GMIM

RHK GMIM 4 September 2026: Melakukan Pekerjaan yang Baik, Efesus 4:26-29

RHK · 2026-09-04

RHK GMIM 4 September 2026 – Melakukan Pekerjaan yang Baik (Efesus 4:26-29)

Efesus 4:26-29

📖RHK Hari Ini
Ingin membaca edisi terbaru atau menjelajahi seluruh arsip RHK?
RHK Hari Ini

"Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis. Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan. Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia."

--- Efesus 4:26-29

Melakukan Pekerjaan yang Baik

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Kekristenan bukanlah sekadar agama yang berisi larangan "jangan lakukan ini" atau "jangan lakukan itu". Kekristenan yang sejati selalu menawarkan sebuah perubahan dari perilaku yang merusak menjadi perilaku yang memberkati. Rasul Paulus memberikan tiga arahan praktis tentang bagaimana manusia baru mengelola emosi, tindakan dan perkataannya dalam kehidupan sehari-hari: Pertama, Mengelola Amarah (Ayat 26-27). Marah adalah emosi yang manusiawi, tetapi Paulus mengingatkan agar amarah tidak berujung pada dosa. Menyimpan dendam dan membiarkan amarah berlarut-larut hingga "matahari terbenam" sama saja dengan membuka pintu rumah kita dan memberikan kesempatan bagi Iblis untuk mengacaukan hidup kita. Manusia baru harus cepat membereskan konflik. Kedua, Melakukan Pekerjaan yang Baik (Ayat 28). Paulus mengambil contoh ekstrem: seorang pencuri. Transformasi yang Tuhan Allah inginkan bukan hanya "berhenti mencuri", lalu menganggur. Tuhan Allah mau dia mengalami pembalikan total: bekerja keras melakukan pekerjaan yang baik. Menariknya, tujuan kita bekerja keras dan mencari rezeki yang halal menurut firman Tuhan Allah bukan sekadar untuk menimbun kekayaan bagi diri sendiri atau memuaskan gaya hidup. Tujuan tertingginya adalah: "supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan." Ini adalah revolusi mental yang luar biasa! Dari yang tadinya bermental "mengambil milik orang lain" (mencuri), diubah menjadi bermental "memberi dan memberkati orang lain". Ketiga, Menjaga Perkataan (Ayat 29). Kerja keras kita dengan tangan harus diselaraskan dengan apa yang keluar dari mulut kita. Manusia baru menanggalkan perkataan kotor, gosip, atau makian dan menggantinya dengan perkataan yang membangun, memberi semangat dan menyalurkan kasih karunia bagi yang mendengarnya.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Setiap pekerjaan yang kita lakukan hari ini, baik di kantor, di rumah, di pasar atau di mana pun adalah ibadah kita kepada Tuhan Allah. Ketika kita bekerja dengan jujur, keras dan tulus, kita sedang memuliakan Tuhan Allah dan menjadi perpanjangan tangan-Nya bagi sesama yang membutuhkan. Sebagai keluarga Kristen, adakah kerinduan untuk bisa menjadi berkat bagi orang yang berkekurangan? Apakah tangan kita hari ini siap melakukan pekerjaan yang baik dan apakah mulut kita sudah siap mengucapkan kata-kata yang membangun sesama?

Doa

Ya Tuhan Allah, terima kasih atas pekerjaan, kesehatan dan kekuatan yang Engkau berikan. Ampuni kami jika selama ini bekerja hanya karena materi semata. Hari ini, kami mau mendedikasikan diri untuk melakukan pekerjaan yang baik dan jujur. Baruilah hati kami agar selalu rindu berbagi dengan mereka yang berkekurangan. Jagalah juga hati kami dari amarah yang merusak dan mulutku dari perkataan yang sia-sia. Kami berdoa dalam nama Anak-Mu, Yesus Kristus. Amin.

Tentang Penulis

Ditulis oleh Tim RHK GMIM di bawah pengelolaan Donald K. Lumingkewas, berafiliasi dengan Dodoku GMIM, media informasi warga GMIM di Sulawesi Utara. Lihat profil lengkap di halaman Tentang.

Bagikan Artikel Ini

Artikel Terkait

Terakhir Diperbarui: 4/9/2026