"Aku akan membangun engkau kembali, sehingga engkau dibangun, hai anak dara Israel! Engkau akan menghiasi dirimu kembali dengan rebana dan akan tampil dalam tari-tarian orang yang bersukaria. Engkau akan membuat kebun anggur kembali di gunung-gunung Samaria; ya, orang-orang yang membuatnya akan memetik hasilnya pula. Sungguh, akan datang harinya bahwa para penjaga akan berseru di gunung Efraim: Ayo, marilah kita naik ke Sion, kepada TUHAN, Allah kita!" — Yeremia 31:4-6
Hidup Sesuai Dengan Kehendak-Nya Menikmati Pemulihan
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,Sukacita dan kebahagiaan menjalani hidup adalah dambaan setiap orang, termasuk kita sebagai keluarga orang percaya. Itulah sebabnya orang rela melakukan apa saja asalkan mendapatkan semua itu. Oleh karena itu, tidak heran jika kita mendapati bahwa banyak orang hanya karena demi sukacita dan kebahagiaan, ia melakukan apa yang sebenarnya tidak diinginkan Tuhan Allah. Demi tercapainya tujuan hidup yang membuat orang bersukacita dan berbahagia, ada orang yang harus mencederai orang lain, menyingkirkan orang lain, memfitnah orang lain, menindas orang lain dan sebagainya.
Israel sesungguhnya mengalami keterpurukan oleh karena mereka telah menjauh dari Tuhan Allah. Mereka mulai meninggalkan Tuhan Allah dan memilih allah lain. Mereka mengandalkan kekuatan bangsa-bangsa lain yang dapat melindungi mereka, kehidupan umat yang saling menjatuhkan dan menindas serta berbagai bentuk kejahatan lainnya. Akibatnya adalah mereka harus mengalami penghukuman dan pembuangan. Namun demikian, oleh kasih Tuhan Allah yang besar atas mereka, sehingga Tuhan Allah berjanji Ia akan kembali membangun kehidupan umat-Nya. Keterpurukan akibat dosa, kini dibarui dan dihidupkan kembali. Oleh karena itu dikatakan, Tuhan Allah akan membangun kehidupan mereka kembali. Israel yang diibaratkan seperti anak dara akan kembali berhias dan menari dengan sukacita. Mereka akan kembali mengolah tanah dan menikmati hasilnya serta mereka akan memuliakan Tuhan Allah di Sion. Tuhan Allah memulihkan umat-Nya dari keterpurukan kepada kehidupan baru yang penuh sukacita dan kegembiraan. Tuhan Allah tidak rela melihat umat-Nya terus berada dalam kegelapan dan kesengsaraan.
Firman Tuhan Allah hari ini mengingatkan kita sebagai keluarga Kristen bahwa kebahagiaan dan sukacita bukan didapatkan dengan cara-cara yang tidak Tuhan Allah kehendaki. Tujuan hidup bukan diraih dengan cara menindas, memfitnah ataupun menjatuhkan orang lain. Kekuatan diri sendiri sebagai manusia dan mengandalkan kekuatan dunia bukanlah jalan mencapai dan menikmati kebahagiaan. Sebab bila itu yang dilakukan, maka seperti Israel mereka dibuang dan mengalami penderitaan. Kiranya kita menjauh dari hal-hal yang demikian.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,Firman Tuhan Allah juga mengingatkan dan meneguhkan kita bahwa Tuhan Allah akan membangun kembali kehidupan umat-Nya yang bertobat walaupun sebelumnya mereka telah berdosa di hadapan-Nya. Inilah kasih Tuhan Allah bagi umat-Nya. Mereka akan bersukacita dan bergembira seperti anak dara yang berhias dan menari dengan rebana. Mereka akan mengolah tanah dan menikmati hasilnya serta menikmati persekutuan dengan Tuhan Allah. Kita pun percaya, sekalipun kita saat-saat ini mungkin mengalami pergumulan yang hebat di tengah keluarga dan pekerjaan, Tuhan Allah sanggup memulihkan kita asalkan kita mengandalkan Dia dan bukan mengandalkan kekuatan kita. Tuhan Allah kita akan membangun kembali hidup kita dan kita menikmati kebahagiaan dan sukacita. Kiranya kita senantiasa hidup sesuai dengan kehendak-Nya supaya kita tidak jatuh oleh karena perbuatan kita sendiri dan menikmati pemulihan demi pemulihan yang dikerjakan Tuhan Allah atas hidup kita. Amin.



