"Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia."
--- Efesus 4:17
Mengenal Tuhan Allah
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,Membuat pilihan dan mengambil keputusan merupakan suatu yang sulit untuk dilakukan, termasuk dalam hubungan dengan iman dan kepercayaan. Pilihan yang pertama memilih untuk menjadi orang yang percaya dan mengenal Tuhan Allah serta hidup dalam kebenaran merupakan suatu tantangan dan penuh perjuangan. Pilihan kedua menjalani hidup tidak mengenal Tuhan Allah dengan pikiran yang sia-sia tanpa ada hukum dan kebenaran. Orang Kristen mutlak perlu memahami kontras antara kehidupan sewaktu belum mengenal Tuhan Allah dengan kehidupan yang sudah mengenal-Nya dalam diri Yesus Kristus.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,Firman Tuhan Allah hari ini memberi penekanan pada faktor intelektual dalam pola hidup manusia, bahwa orang yang percaya Yesus Kristus jangan hidup seperti orang tidak mengenal Tuhan Allah dengan "pikirannya yang sia-sia." Pikiran yang sia-sia adalah pikiran yang tidak bermanfaat, yang kosong dan hampa, tidak berguna dan bertentangan dengan nilai kebenaran, penuh dengan prasangka dan kebencian. Pikiran adalah pusat pemikiran seseorang digambarkan sebagai sesuatu yang berhubungan dengan keras kepala, ketidakpekaan terhadap hal-hal yang menjadi ciri kehidupan tanpa memperhatikan nilai-nilai moral. Merasa nyaman dengan pikiran yang sia-sia dan hukum Tuhan Allah sama saja menempatkan diri dalam kondisi terburuk dihadapan-Nya.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,Mengenal Tuhan Allah membutuhkan pikiran yang sesuai dengan kebenaran-Nya. Hidup tidak mengenal Tuhan Allah dengan pikiran yang sia-sia menjadi penghalang dalam pertumbuhan rohani dan hidup bersama sebagai satu persekutuan. Sebagai keluarga Kristen, sangat penting untuk menjaga pikiran supaya tetap positif. Pikiran kita akan sangat menentukan seperti apa kita jadinya dan pikiran yang tidak menghasilkan sesuatu yang berharga adalah sia-sia. Karena itu, orang yang percaya harus berusaha merubah dari pikiran yang sia-sia, yang jahat dan tidak benar pada pikiran baru yang sehat dan membangun seperti pikiran Yesus Kristus.



