Pergilah dan Jangan Berbuat Dosa Lagi
Ibu-ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Sejak manusia pertama Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, maka turun-temurun semua umat manusia menjadi berdosa. Namun Tuhan Yesus diutus dari Sorga datang ke dunia untuk menebus manusia dari dosa. Kesengsaraan-Nya, salib-Nya, mati-Nya, dan kebangkitan-Nya menganugerahkan keselamatan, penebusan, dan kehidupan kekal bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya dan yang hidup melakukan kehendak Tuhan. Keselamatan Tuhan Yesus ini harus direspons dengan kehidupan yang menanggalkan manusia lama yang penuh dosa kepada kehidupan yang baru, yaitu taat dan setia kepada Tuhan. Iman kepada Tuhan Yesus harus diwujudkan dalam perbuatan. Tuhan menghendaki bukan hanya pengakuan dosa, tetapi terlebih kehidupan yang mau bertobat — dari jalan hidup yang salah ke jalan hidup yang benar, di mana pertobatan dan pembaharuan hidup harus dilakukan terus-menerus dalam kesetiaan kepada Tuhan.
Ibu-ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Bacaan Alkitab kita kali ini bertemakan "Pergilah dan Jangan Berbuat Dosa Lagi". Terambil dari kisah nyata pelayanan Tuhan Yesus. Suatu ketika, saat Tuhan Yesus sedang mengajar di Bait Allah, tiba-tiba datanglah para ahli Taurat dan orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berzinah. Ia tertangkap basah sedang melakukan perzinahan. Menurut hukum Musa, jika seseorang melakukan perbuatan zinah dia harus dihukum mati dengan dirajam atau dilempari batu. Jadi mereka datang kepada Yesus untuk mempertanyakan kejadian tersebut dan mau mengetahui bagaimana sikap Tuhan Yesus.
Mereka sebenarnya tidak tulus untuk meminta tanggapan Tuhan Yesus terhadap perempuan pezinah itu, tetapi mereka sebenarnya mau mencobai Tuhan Yesus. Mereka ingin tahu jawaban Tuhan Yesus dan menjebak-Nya agar kedapatan bersalah. Memang betapa munafiknya ahli-ahli Taurat dan orang Farisi terhadap Tuhan Yesus. Mereka berkata bahwa perempuan yang tertangkap basah melakukan perzinahan harusnya dihukum dengan dilempari batu sebagaimana tradisi hukum Musa.
Namun Tuhan Yesus tidak serta-merta mengiyakan pendapat mereka. Betapa bijaksananya Tuhan Yesus menanggapi perkataan mereka. Ia tidak mengatakan boleh atau tidak boleh dilempari batu, tetapi Tuhan Yesus berkata, "barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." Apa yang kemudian terjadi saat Tuhan Yesus berkata demikian? Tidak ada satu pun yang melempari perempuan berzinah itu dengan batu. Mereka satu per satu pergi meninggalkan Tuhan Yesus dan perempuan yang berzinah itu.
Namun Tuhan Yesus tidak membiarkan perempuan itu pergi begitu saja. Ia berkata, "Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi". Tuhan Yesus tidak menghukum perempuan itu, tidak melemparinya dengan batu, dan tidak menghakiminya, tetapi dengan satu kalimat singkat yang sarat makna, Yesus berkata, "Pergi dan jangan berbuat dosa lagi".
Ibu-ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Jika kita mengamati kehidupan di sekitar kita, masih sangat banyak perbuatan dosa yang tidak berkenan kepada Tuhan yang terus dilakukan. Tuhan Yesus telah membuka pintu pengampunan dan memberikan penebusan dosa, tetapi ternyata masih banyak yang suka berkubang dalam dosa yang sama bahkan berulang-ulang. Tidak mau berbalik dan bertobat. Sudah dinasehati, ditegur, diperingatkan, tetapi tetap mengeraskan hati. Firman Tuhan mengingatkan kita untuk berubah, jangan terus hidup dalam dosa, ambil keputusan dan bertindak keluar dari zona dosa ke kehidupan yang berkenan kepada Tuhan.
Memang kuasa Iblis selalu merongrong kita agar terus hidup dalam dosa. Hal-hal yang menyenangkan, mempesona, menguntungkan, dan membahagiakan ditawarkan Iblis. Hidup senang tapi berujung maut. Kita diberi pilihan memilih jalan Tuhan atau jalan lain yang kelihatan baik dan menyenangkan tapi ujungnya mendatangkan kebinasaan.
Firman Tuhan juga menasihati kita untuk jangan menjadi orang munafik seperti para ahli Taurat atau suka menghakimi seperti mereka. Mereka menganggap diri mereka benar dan suci, sementara orang lain berlumuran dosa. Memang banyak orang membuka mata lebar-lebar terhadap kesalahan orang lain dan menutup mata terhadap kesalahannya sendiri. Begitu cepat menilai kebobrokan orang, padahal dia pun banyak salahnya.
Sebagai orang percaya, sebagai istri, mama, dan oma, jadilah orang percaya yang hidup taat dan setia. Jangan munafik dan suka menghakimi orang lain. Belajarlah dari Tuhan Yesus yang pengasih, penyayang, tidak mendendam, suka mengampuni satu terhadap yang lain. Jangan biarkan ada akar pahit yang menguasai hati dan pikiran kita hingga terus hidup dalam dosa.
Istri, setialah kepada suamimu. Jangan berzinah. Jangan melirik laki-laki lain sampai merusak rumah tangga orang. Jangan jadi ibu-ibu yang suka menghakimi, tetapi menutup mata pada kesalahan sendiri.
Kita memang tidak sempurna, kita manusia biasa yang bisa saja salah dan berdosa, tetapi jangan menyerah kepada kemanusiaan kita lalu menganggap biasa hal-hal yang salah dan jahat yang tidak berkenan kepada Tuhan. Sadari kesalahanmu dan perbaikilah. Jadilah teladan bagi banyak orang. Menjadi istri, mama, dan oma yang takut akan Tuhan sehingga seluruh keluarga diberkati. Jadi, bertobatlah selalu, hidup dalam pembaharuan, jangan keraskan hati, tetap setia sampai ajal menjemput.
Terpujilah Tuhan Allah. Amin.
Pertanyaan untuk Diskusi
- Apa tanggapan kita terhadap sikap para ahli Taurat dan orang Farisi serta sikap Tuhan Yesus terhadap perempuan yang berzinah?
- Bagaimana pemahaman kita tentang perkataan Tuhan Yesus, "Pergi dan jangan berbuat dosa lagi"?
- Hal-hal apakah yang dapat kita aplikasikan dalam hidup kita berdasarkan teks bacaan saat ini?


