Pelita
MENU
Pelita PKB GMIM 8-14 Februari 2026

Pelita PKB GMIM 8-14 Februari 2026

Hitung dan Catatlah Segenap Umat

Pembacaan Alkitab: Bilangan 1:1-54

Hitung dan Catatlah Segenap Umat

Sahabat-sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi dan diberkati Tuhan!

Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali melakukan perhitungan dan pencatatan, misalnya pengeluaran rumah tangga atau hasil pekerjaan. Pembacaan Alkitab hari ini mengajak kita melihat sebuah "perhitungan dan pencatatan" yang sangat khusus - sebuah sensus yang Tuhan perintahkan kepada Musa di padang gurun. Bilangan 1:1-54 mencatat bagaimana Tuhan memerintahkan Musa dan Harun untuk menghitung setiap laki-laki yang berumur dua puluh tahun ke atas, yang sanggup berperang, menurut suku mereka. Kecuali suku Lewi. "Hanya suku Lewi janganlah kaucatat dan janganlah kauhitung jumlahnya bersama-sama dengan orang Israel," (ayat 49). Setiap orang dihitung, setiap nama berarti, setiap suku dicatat. Mengapa? Karena Tuhan sedang membentuk suatu komunitas yang teratur, siap untuk perjalanan, dan siap untuk tugas perjanjian-Nya. Ini bukan sekadar hitung-hitungan administratif, tetapi sebuah panggilan ilahi untuk menyadari tanggung jawab umat Israel sebagai bagian dari umat Tuhan yang terhitung.

Tuhan memerintahkan pencatatan ini dengan sangat rinci. Setiap laki-laki di atas 20 tahun, yang sanggup berperang, didata sesuai dengan garis keturunan dan keluarganya. Ini menunjukkan bahwa di mata Tuhan, setiap umat Israel memiliki nilai dan peran yang spesial. Begitu juga kita bukan sekadar angka statistik. Kita adalah orang-orang yang disebutkan nama masing-masing, dikenal asal-usul masing-masing, dan dipersiapkan untuk sebuah misi.

Sebagai Pria/Kaum Bapa, kadang kita merasa lelah, kecil, atau tidak berarti dalam rutinitas sehari-hari. Tetapi ingat, Tuhan menghitung kita. Ia mengenal nama kita, Ia mengetahui kemampuan kita, dan Ia menempatkan kita dalam "suku"--- yaitu keluarga dan gereja bahkan dunia --- untuk suatu tujuan. Tanggung jawab kita dalam keluarga bukanlah kebetulan, melainkan panggilan yang Tuhan percayakan.

Sahabat P/KB yang dikasihi Tuhan!

Setiap suku memiliki pemimpin yang ditunjuk untuk membantu Musa dalam sensus ini. Para pemimpin ini adalah orang-orang terpilih yang memahami tanggung jawab mereka. Demikian pula, kita terpilih dan dipanggil untuk menjadi "pemimpin" dalam keluarga kita --- bukan hanya dalam hal materi, tetapi terutama dalam hal iman, keteladanan, dan perlindungan rohani.

Pencatatan dalam Bilangan ini juga berkaitan dengan kesiapan untuk berperang. Dalam konteks Pria/Kaum Bapa juga akan "berperang", namun peperangan kita adalah perjuangan mempertahankan iman keluarga, melawan pengaruh dunia, dan membangun generasi: anak-cucu yang takut akan Tuhan. Kita harus siap, berjaga-jaga, dan bertanggung jawab. Umat Israel setelah dihitung, "Jadi semua orang Israel yang dicatat menurut suku-suku mereka, yaitu orang-orang yang berumur dua puluh tahun ke atas dan yang sanggup berperang di antara orang Israel, berjumlah enam ratus tiga ribu lima ratus lima puluh orang." (Ayat 45-46). Setiap suku memiliki tempatnya masing-masing, dan mereka berkemah di sekitar Kemah Suci. Ini menggambarkan bahwa umat yang besar ini tidak berjalan sendirian.

P/KB GMIM adalah bagian dari komunitas umat Allah --- tersebar di 1082 Jemaat dan 149 Wilayah dengan jumlah P/KB: 251.187 orang. GMIM menjadi "tempat berkemah" kita untuk saling menguatkan, melayani, dan bersama-sama menghadapi perjalanan hidup bersama Tuhan. Kemah Suci umat Israel berada di tengah-tengah perkemahan mereka, artinya Tuhan menjadi pusat kehidupan mereka. Inilah panggilan terbesar kita: bagaimana membangun kemah dan menempatkan Tuhan sebagai pusat keluarga dan komunitas kita. Dari situlah kita mendapatkan kekuatan, arahan, dan berkat.

Sahabat P/KB yang diberkati Tuhan!

Firman Tuhan hari ini mengingatkan bahwa kita berharga di mata Tuhan. Jangan pernah meremehkan peran kita. Mari menjalankan peran sebagai pemimpin keluarga di rumah --- mulai dengan doa keluarga, membaca firman bersama, dan menjadi teladan dalam perkataan dan perbuatan. Tuhan tidak memanggil kita karena kita sempurna, tetapi karena Ia ingin memakai kita untuk kemuliaan-Nya. Seperti bangsa Israel yang dihitung, dicatat dan dipersiapkan untuk memasuki tanah perjanjian, kita pun yang percaya pada Yesus Kristus sudah dihitung dan dicatat dalam kitab kehidupan untuk masuk dalam Kerajaan-Nya. AMIN.

Pertanyaan untuk PA:

  1. Apa makna dari perintah Tuhan kepada Musa untuk "menghitung dan mencatat" umat Israel menurut Bilangan 1:1-54?
  2. Sebagai Pria/Kaum Bapa GMIM, langkah praktis apa yang dapat kita ambil untuk "menghitung dan memerhatikan" kondisi rohani serta kebutuhan sesama dalam keluarga dan jemaat?