Kamu Semua Adalah Satu Di Dalam Kristus Yesus
Syalom remaja GMIM!
Saat ini kita hidup di zaman yang penuh perbedaan. Ada perbedaan status sosial, penampilan, karakter, kemampuan, bahkan cara bergaul. Tidak jarang perbedaan itu membuat orang saling membandingkan, menghakimi, bahkan saling menjauh.
Di media sosial misalnya, sering muncul standar bahwa yang keren adalah yang paling terkenal, paling cantik, paling kaya, atau paling aktif. Akibatnya banyak remaja merasa minder, tidak diterima, atau justru merendahkan orang lain. Firman Tuhan hari ini mengingatkan bahwa di dalam Kristus, semua orang percaya dipersatukan menjadi satu keluarga Allah, dengan mengangkat tema "Kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus."
Adik-adik remaja dan kakak-kakak pembina yang dikasihi Tuhan, surat Galatia ditulis oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Galatia yang sedang mengalami kebingungan iman. Ada kelompok yang mengajarkan bahwa untuk diselamatkan, seseorang bukan hanya harus percaya kepada Kristus, tetapi juga harus mengikuti hukum Taurat dan tradisi Yahudi. Paulus menolak ajaran itu dengan tegas. Ia menjelaskan bahwa keselamatan diberikan bukan karena manusia mampu melakukan hukum Taurat secara sempurna, melainkan karena kasih karunia Allah melalui iman kepada Yesus Kristus. Dalam Galatia 3:26-28 Paulus berkata:
"Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus... kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus." Bagian ini menegaskan beberapa hal penting:
1. Keselamatan adalah karena iman kepada Kristus
Paulus menegaskan bahwa manusia dibenarkan bukan oleh usaha sendiri, tetapi oleh iman kepada Kristus. Ini disebut sebagai doktrin pembenaran oleh iman. Artinya, Tuhan menerima kita bukan karena kita sempurna, bukan karena paling rohani, tetapi karena kasih karunia-Nya. Sebagai remaja, kita sering merasa harus "cukup baik" supaya diterima. Tetapi Tuhan lebih dahulu menerima kita di dalam Kristus.
2. Di dalam Kristus semua dipersatukan
Pada zaman Paulus, ada banyak batas sosial: Yahudi dan non-Yahudi, budak dan orang merdeka, laki-laki dan perempuan. Kelompok-kelompok ini sering dipisahkan dan diperlakukan berbeda. Tetapi Paulus mengatakan bahwa di dalam Kristus, identitas lama yang memecah-belah tidak lagi menjadi penghalang keselamatan dan persekutuan. Ini bukan berarti perbedaan hilang, tetapi semua memiliki nilai yang sama di hadapan Allah. Secara teologis, ini berbicara tentang gereja sebagai tubuh Kristus. Semua orang percaya dipanggil hidup dalam kesatuan kasih.
3. Identitas utama orang percaya adalah "di dalam Kristus"
Dunia sering memberi identitas berdasarkan popularitas, penampilan, prestasi, atau latar belakang keluarga. Tetapi iman Kristen mengajarkan bahwa identitas sejati kita adalah anak-anak Allah. Karena itu, nilai hidup kita tidak ditentukan oleh penilaian manusia, melainkan oleh kasih Tuhan.
Firman Tuhan ini sangat relevan untuk kehidupan remaja sekarang, kadang tanpa sadar kita memilih teman berdasarkan status, membuat kelompok eksklusif, membully, mengucilkan, atau memandang rendah orang lain, bahkan kita mulai membuat circle-circle dalam membangun pertemanan. Padahal Kristus memanggil kita hidup dalam kesatuan. Menjadi satu di dalam Kristus berarti belajar menerima perbedaan, saling menopang, tidak iri hati, tidak sombong, dan menghadirkan kasih Tuhan dalam pergaulan. Kesatuan Kristen bukan dibangun karena semua sama, tetapi karena semua disatukan oleh kasih Kristus. Sebagai remaja GMIM jadilah pribadi yang merangkul, bukan mengucilkan, jadilah pembawa damai dalam pertemanan, gunakan media sosial untuk membangun, bukan menjatuhkan, dan tunjukkan bahwa kasih Kristus nyata lewat sikap sehari-hari. Kalau ada teman yang merasa sendiri, dekati dia. Kalau ada teman yang dijauhi, rangkul dia. Karena di dalam Kristus, tidak ada yang tidak berharga.
Tuhan Yesus mempersatukan kita bukan karena kita sama, tetapi karena kasih-Nya yang besar. Sebagai remaja GMIM, kita dipanggil menjadi komunitas yang hidup dalam kasih, persaudaraan, dan kesatuan. Ingatlah identitas terbesar kita bukan apa kata dunia, tetapi bahwa kita adalah anak-anak Allah di dalam Kristus Yesus.
Sebagaimana salah satu dimensi remaja adalah Dimensi Sosial, di mana seorang remaja tidak hanya memiliki karakter yang dikasihi Tuhan tapi dikasihi manusia, membangun hubungan yang baik dengan lingkungan di mana kita tinggal, kita sekolah, kita melaksanakan pelayanan, tanpa harus membeda-bedakan, supaya kita menjadi remaja yang dikasihi orang-orang di sekitar kita.
Teruslah membawa misi Allah dalam hidup ini, untuk mencapai visi misi remaja GMIM, yang mau menjadikan remaja GMIM yang berakar bertumbuh berbuah di dalam Kristus. Amin.


