Barangsiapa Menghujat Roh Kudus Tidak Akan Diampuni
Syalom, Apa kabar remaja GMIM?
Siap berakar, bertumbuh, berbuah bagi Kristus — yes yes yes, saya diberkati.
Adik-adik remaja yang Tuhan Yesus kasihi, masih ingatkah kita akan cerita Ananias dan Safira? Yah, cerita Ananias dan Safira tentang mereka mendustai Roh Kudus — mereka menjual tanah tapi hasil jualannya tidak dipersembahkan semua, mereka menyimpan sebagian dan berbohong kepada Petrus, akibatnya suami dan istri ini dijemput kematian.
Hari ini kita merenungkan Firman Tuhan dari Lukas 12:1–12. Ada satu kalimat dari Tuhan Yesus yang mungkin membuat kita merinding: "Barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni."
Jujur, ini bukan ayat yang ringan untuk kita pahami. Bahkan mungkin ada di antara kita yang pernah bertanya dalam hati: "Tuhan, apakah saya sudah terlalu jauh meninggalkan Engkau?", "Apakah saya masih bisa diampuni?"
Hari ini kita belajar bersama bahwa Firman ini bukan untuk menakut-nakuti kita, tapi untuk mengingatkan kita supaya jangan main-main dengan hati kita.
Saudara-saudara yang diberkati Tuhan, dalam bagian bacaan hari ini, Yesus Kristus sedang berbicara kepada murid-murid-Nya.
Hal pertama yang Yesus ingatkan adalah: "Waspadalah terhadap orang-orang Farisi, yaitu masalah kemunafikan."
Bahwa jangan hidup dengan bermuka dua — di sini cerita lain, di sana cerita lain. Jangan di gereja terlihat rohani tapi di luar hidup sembarangan. Kadang kita seperti itu: di ibadah aktif, tapi di luar gampang marah dan menyakiti orang, suka menyangkal orang tua. Ada yang suka posting ayat di story, tapi di kehidupan nyata suka menjatuhkan teman, mem-bully teman. Tampil baik di depan pembina, tapi di belakang hidup seenaknya.
Adik-adik semua, Tuhan kita tidak bisa dibohongi. Apa yang kita tutupi dari orang lain, sangat-sangat terbuka di hadapan Tuhan.
Ada juga perkataan Yesus: "Jangan takut kepada manusia... takutlah kepada Tuhan." Ini penting buat kita sebagai remaja. Terkadang kita ikut-ikutan hal yang salah supaya diterima, takut dibilang sok suci karena hidup benar, takut kehilangan teman kalau tidak ikut arus. Tapi Firman Tuhan jelas — jangan takut kepada manusia. Karena manusia hanyalah buatan tangan Tuhan yang hanya bisa menilai kita, tapi Tuhan yang pegang hidup kita. Bacaan kita minggu lalu jelas bahwa Roh Kudus Tuhan dicurahkan pada kita yang akan menuntun kita pada jalan yang benar, mengendalikan hidup kita.
Bahkan Firman Tuhan katakan rambut di kepala kita pun dihitung oleh Tuhan. Artinya kita sangat berharga di mata Tuhan.
Adik-adik dan kakak-kakak yang diberkati Tuhan, tema kita hari ini: "Barang Siapa Menghujat Roh Kudus Tidak Akan Diampuni." Sebagaimana perkataan Yesus juga dalam bacaan kita — apa maksudnya ini?
Menghujat Roh Kudus bukan sekadar hanya kita pernah jatuh dalam dosa, kita pernah marah atau berkata kasar, kita pernah jauh dari Tuhan. Bukan hanya sekadar itu. Tapi menghujat Roh Kudus adalah menolak suara Tuhan terus-menerus, menutup hati walaupun kita tahu itu benar, menutup telinga kita walau yang kita dengar adalah kebenaran, tidak mau bertobat walaupun sudah diingatkan. Tidak pernah ada rasa penyesalan dalam hidup padahal sudah berbuat dosa yang berat.
Seringkali terjadi dalam hidup adik-adik semua — kita tahu itu dosa... tapi kita bilang, "ah, biasa jo kwa, nanti mangaku dosa no," atau malah ada yang sering bilang "ah, cuma dosa kecil, bukan dosa besar, nda apa-apa beking terus." Torang so tahu itu salah... tapi torang terus lakukan.
Bahkan sering kita sudah ditegur di rumah, di gereja, tapi kita tidak peduli, orang bilang torang beking pongoh.
Adik-adik dan kakak-kakak yang diberkati Tuhan, siapa di antara kita yang setiap malam sering menyetel alarm untuk membangunkan kita di pagi hari? Pasti rata-rata semua. Nah, tujuan kita membuat alarm ini kan supaya kita tidak terlambat dan bangun tepat waktu. Nah, apa jadinya jika ketika alarm itu berbunyi dan kita hanya matikan, atau abaikan dan tidak peduli — pada akhirnya kita akan kehilangan sesuatu yang penting, yakni tidak ke sekolah, absen.
Sama seperti Roh Kudus, dicurahkan bagi kita sebagai penuntun pada jalan kebenaran. Roh Kudus itu akan selalu mengingatkan kita sebagai anak-anak Tuhan yang berharga di mata-Nya untuk sesuatu yang salah, jangan lanjutkan kehidupan dosa, untuk kembali ke jalan yang benar.
Oleh karenanya, kalau hari ini kita masih merasa bersalah, masih ingin berubah, masih rindu Tuhan, masih menyadari bahwa kita manusia berdosa — itu tanda Roh Kudus masih bekerja dalam hidup kita.
Tidak pernah ada kata terlambat dalam hidup ini. Kesempatan demi kesempatan Tuhan selalu beri bagi kita. Yesus juga berkata, Roh Kudus akan menolong kita, mengajar kita, dan memberi kita keberanian. Jadi Roh Kudus bukan untuk kita jauhi, tapi untuk kita dengar dan ikuti.
Adik-adik remaja yang dikasihi Tuhan, hari ini kita diingatkan untuk jangan hidup munafik, jangan takut manusia, dan yang paling penting — jangan keraskan hati terhadap Roh Kudus.
Kalau Tuhan tegur, mari kita dengar. Kalau Tuhan ingatkan, mari kita respon. Kalau Tuhan panggil, mari datang. Mari kita ambil komitmen hari ini: "Tuhan, aku mau hidup jujur, aku mau dengar suara-Mu, dan aku tidak mau mengeraskan hati lagi. Aku mau bertumbuh lewat Firman-Mu, lewat Doa bersama-Mu, lewat Persekutuan bersama-Mu. Aku mau menjadi Remaja yang berkarakter Kristus."
Ingatlah, Tuhan tidak mencari remaja yang sempurna, tapi Tuhan mencari remaja yang mau bertobat. Dan selama kita masih mau kembali, pengampunan Tuhan selalu terbuka.
Mari kita mau berkata seperti lagu ini (nyanyikan bersama):
Saya mau ikut Yesus, saya mau ikut Yesus
sampai selama-lamanya
meskipun saya susah, menderita dalam dunia
Saya mau ikut Yesus,
sampai selama-lamanya
Amin.


