GMIM

BINA REMAJA · 2026-06-07

Bina Remaja GMIM, 7–13 Juni 2026, Mazmur 92:1-16, Memberitakan Kasih Setia-Mu di Waktu Pagi dan Kebenaran-Mu di Waktu Malam

Mazmur 92:1-16

Memberitakan Kasih Setia-Mu di Waktu Pagi dan Kebenaran-Mu di Waktu Malam

Ketika bangun di pagi hari, apa hal pertama yang kamu lakukan? Jawaban terhadap pertanyaan ini dapat menjadi ukuran, kamu terhubung dengan Tuhan atau dengan dunia. Kalau kamu bangun dan langsung sibuk dengan handphone — memeriksa pesan, pemberitahuan, sosial media, atau yang lainnya — itu tanda betapa kamu terhubung dengan dunia. Sebaliknya, saat kamu memulai hari dengan Tuhan, itu akan membawamu terhubung dengan-Nya sepanjang hari.

Mazmur 92:1-16 mengingatkan hal penting ini. Hidup yang benar selalu dimulai dan diakhiri dengan hati yang mengingat Tuhan. Pemazmur menyebut, "untuk memberitakan kasih setia-Mu di waktu pagi dan kesetiaan-Mu di waktu malam" (ayat 3), artinya sepanjang hari kita terhubung dengan Tuhan. Kata "memberitakan" (Ibr. Nagad) berarti memberitahukan/menyatakan secara terus-menerus. Maksudnya, setiap orang percaya terpanggil untuk menjadi saksi Tuhan sepanjang waktu. Panggilan ini hanya dapat terpenuhi saat orang percaya selalu terhubung dengan Tuhan, berakar dalam Tuhan.

Firman Tuhan menggambarkan orang yang berakar dalam Tuhan akan tumbuh ibarat Pohon Korma dan Pohon Aras Libanon (ayat 13). Keduanya dikenal sebagai tanaman yang dapat bertumbuh dalam kondisi sulit, kuat dan tahan lama. Sedangkan orang yang tidak mau mendengar firman Tuhan seperti membangun rumah di atas pasir — pasti roboh dan rusak (bdk. Matius 7:26). Kita diajari, akar yang kuat lebih penting daripada penampilan fisik yang menarik.

Lakukan beberapa hal ini untuk membangun hubungan yang benar dengan Tuhan:

  1. Miliki saat teduh yang konsisten. Ini bukan soal ritual, tapi relasi.
  2. Disiplin dalam hal-hal rohani. Berdoa, merenungkan firman Tuhan dan melakukan kehendak-Nya.
  3. Bergaul di komunitas yang melayani dan bertumbuh bersama.
  4. Fokus membangun karakter dan bukan sekadar pencitraan.

Mazmur 92 ini bukan sekadar ajakan untuk bernyanyi bagi Tuhan, melainkan panggilan untuk membangun relasi benar dan perilaku taat kepada Tuhan. Itulah bentuk nyanyian syukur yang berkenan di hadapan-Nya. Bukan lirik lagu atau kecakapan bernyanyi, sebab Allah melihat hati dan bukan fisik.

Pemazmur tidak menyangkal kenyataan ada orang jahat untung, orang fasik menang, sedangkan orang yang setia pada Tuhan mengalami gumul. Fakta ini tidak boleh menjadi alasan remaja Kristen meragukan Tuhan, sebab hidup yang berakar dan bertumbuh dalam Tuhan pasti akan berbuah kemenangan. Pemazmur mengakui orang fasik akan bertunas (lih. Ayat 6-8) — terlihat cepat, berhasil, senang — tapi semuanya sementara. Mereka seperti rumput tumbuh di musim hujan, lalu kering, layu dan mati saat panas terik datang. Tanpa Tuhan, kesenangan menjadi kejatuhan. Di luar Tuhan, keberhasilan sangat rapuh dan goyah.

Sebaliknya, kesetiaan kepada Tuhan tidak pernah berakhir sia-sia. Dosa mungkin tampak menawan, tetapi pasti berujung kebinasaan. Keadilan Tuhan akan menyatakannya.

Setiap hari tantang dirimu sendiri untuk melakukan hal-hal di bawah ini:

  1. Mulai pagi hari dengan 10 menit bersama Tuhan, sebelum melakukan kegiatan yang lain.
  2. Buat jurnal harian. Tulis semua hal yang akan kamu lakukan sepanjang hari, lalu sampaikan itu pada Tuhan dalam doa.
  3. Saat malam, lakukan evaluasi bersama Tuhan. Periksa apa saja yang telah dilakukan, hal apa yang menjadi kendala dan perlu diperbaiki. Bercakaplah dengan Tuhan dalam doa.

Semua itu akan membantu kamu untuk berakar di dalam Tuhan dan bertumbuh dengan benar sebagai anak-anak Tuhan. Amin.

Bagikan:

Bagikan Artikel Ini

Artikel Terkait

Terakhir Diperbarui: 7/6/2026