GMIM

BINA REMAJA · 2026-05-24

Bina Remaja GMIM, 24-30 Mei 2026

Kisah Para Rasul 2:29-40

Roh Kudus yang Dijanjikan Itu, Dicurahkan-Nya

Shalom,
Apa kabar remaja GMIM?
Siap berakar, bertumbuh, berbuah bagi Kristus — yes yes yes, saya diberkati!

Adik-adik Remaja yang diberkati Tuhan, saat ini kita hidup di dunia yang penuh dengan tantangan, bahkan tekanan hidup yang semakin banyak, dan kadang membuat kita bingung, dan bertanya: siapa kita sebenarnya, mengapa kita harus mengalami sulitnya menjalani hidup ini, dan bagaimana harus hidup selanjutnya?

Untuk menjawabnya, ada yang mencari jawaban di teman, media sosial, dan lain-lainnya. Tapi Firman Tuhan hari ini mau memberi kita jawaban yang jelas dan pasti: bahwa hanya Tuhan satu-satunya jalan keluar dalam masalah hidup ini, dan Tuhan tidak membiarkan kita jalan sendiri.

Dia memberikan Roh Kudus untuk menuntun hidup kita.

Saudara-saudara yang diberkati Tuhan, dalam Yohanes 14:16-17, ada sebuah janji Tuhan yang akan mengutus Penghibur yaitu Roh Kudus yang akan menyertai kehidupan kita. Apakah janji Tuhan digenapi? Adakah Tuhan kita pernah ingkar janji?

Kita baru merayakan hari kenaikan Tuhan Yesus, dan saat ini kita juga merayakan hari Pentakosta yaitu ketuangan Roh Kudus. Di ayat 29–33, Rasul Petrus mau menjelaskan bahwa apa yang terjadi saat itu bukan kebetulan — itu adalah penggenapan janji Tuhan. Yesus yang sudah bangkit, naik ke sorga, dan sekarang mencurahkan Roh Kudus.

Itu berarti Tuhan tidak pernah ingkar janji. Apa yang Dia katakan, pasti terjadi. Dia mencurahkan Roh Kudus-Nya bagi kita bukan sekadar "Kuasa", bukan juga hanya sekadar janji, tetapi Pribadi yang akan menuntun kita, menguatkan kita, dan mengingatkan kita — saat kita hampir jatuh, atau saat kita ada dalam titik terendah hidup ini, di saat kita tidak bisa berbuat apa-apa.

Saudara-saudaraku yang diberkati Tuhan, Roh Kudus dicurahkan bagi kita sebagaimana dalam ayat 36–37, membawa kita pada sebuah kesadaran akan dosa yang kita lakukan kepada Tuhan. Saat Petrus berkhotbah, orang-orang saat itu menjadi terharu hati mereka, sehingga ada pertanyaan yang muncul: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?"

Pertanyaan ini memberikan sebuah gambaran penyesalan umat saat itu dan keinginan mencari jalan keluar dari apa yang harus mereka lakukan. Inilah sebuah pekerjaan Roh Kudus kepada umat — suatu perkataan yang lahir dari kesadaran iman bahwa ada dosa yang sudah dilakukan dan mereka mau mencari jalan keluar supaya terlepas dari belenggu dosa.

Sehingga di ayat 38–40, Petrus dengan yakinnya berkata kepada mereka bahwa harus ada hal yang luar biasa yang dilakukan, yakni mereka harus bertobat dan memberi diri untuk dibaptis dan menerima Roh Kudus sebagai bagian pengampunan dosa, karena janji Tuhan ini adalah diperuntukkan untuk kita sampai kepada anak cucu kita dan bagi orang yang masih jauh, yaitu oleh sebanyak yang dipanggil oleh Tuhan kita.

Perkataan Petrus ini mau mengingatkan pada kita bahwa kita semua adalah umat pilihan-Nya, dan Tuhan sudah memiliki rencana yang indah dalam hidup kita, sekalipun kita manusia yang penuh dosa. Pengampunan yang Tuhan beri diberlakukan untuk semua orang yang percaya dan terpanggil dalam panggilan pelayanan-Nya.

Namun ada nasihat yang mau disampaikan Petrus dalam bagian akhir pembacaan kita: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini."

Apa yang dikatakan Petrus ini mau mengingatkan kepada kita bahwa kita hidup sekarang ini di tengah dunia yang penuh dengan teknologi yang canggih, tawaran dunia yang menggiurkan, bahkan kenikmatan-kenikmatan dunia yang menggiurkan. Ketika kita ada dalam tekanan masalah hidup, jangan sampai karena dunia menawarkan jawaban yang menurut kita bisa membawa pada jalan keluar akan masalah hidup ini, kita mengikutinya — padahal sebenarnya tawaran dunia ini membawa kita pada kebinasaan.

Sebenarnya jawaban dari segala masalah kita hanya ada pada Tuhan, dengan kita berserah memohon ampun dan membiarkan Tuhan yang mengendalikan hidup ini.

Saudara-saudaraku yang diberkati Tuhan, maukah kita semua diselamatkan dari dunia yang jahat ini? Adik-adik remaja, maukah kita meninggalkan kehidupan dosa saat ini? Maukah kita meninggalkan kecanduan game kita? Maukah kita taat dan setia kepada persekutuan kita? Maukah kita rajin belajar? Maukah kita taat kepada orang tua kita?

Kita semua percaya bahwa janji Tuhan lewat Roh Kudus-Nya sudah dicurahkan untuk semua orang — itu berarti termasuk di dalamnya adalah remaja. Mari terimalah curahan Roh Kudus-Nya dalam hidup pribadi adik-adik dan kakak-kakak semua.

Kita mungkin sering merasakan, "Oh... yang ini adalah hal yang salah, yang ini tidak benar," dan mungkin kita sering berkata, "Aku mau berubah." Percayakah kita bahwa perkataan itu adalah bagian dari kerja Roh Kudus?

Bahkan dalam bergaul, adik-adik pernah diperhadapkan dengan mau ikut teman yang salah, atau mau menyerah karena masalah, atau merasa sendirian karena orang tua sibuk dengan pekerjaan dan lainnya. Adik-adik, ingatlah bahwa Roh Kudus selalu ada untuk membimbing kamu untuk memilih yang benar.

Sekarang ini ada adik-adik remaja yang sudah lulus SMA dan ada yang baru mau mengikuti ujian akhir untuk SMP. Mungkin adik-adik sementara ragu akan masa depan — tapi ingatlah selalu bahwa Tuhan selalu katakan: "Aku pegang hidupmu" (Filipi 4:6-7).

Seperti ilustrasi berikut: bayangkan kamu berjalan di tempat gelap tanpa lampu — pasti takut dan mudah tersesat. Tapi kalau ada lampu, kamu akan tahu arah dan kamu tidak takut.

Roh Kudus itu seperti "lampu" dalam hidup kita. Tanpa Roh Kudus, hidup akan gelap. Dengan Roh Kudus, hidup punya arah.

Hari ini Tuhan mengingatkan pada kita bahwa Roh Kudus sudah dicurahkan dan janji Tuhan sudah digenapi. Karena itu — apakah kita mau dipimpin oleh Roh Kudus? Atau kita tetap jalan sendiri?

Mari kita sebagai remaja membuka hati untuk Roh Kudus bekerja dalam hidup kita, hidup dalam kebenaran, dan jadi generasi yang berani berdiri bagi Tuhan.

Karena itu mari kita hidup dengan Roh Kudus, sehingga kita berani bilang "tidak" pada dosa, berani jadi beda walau tidak populer, dan hidup sesuai kehendak Tuhan.

Karena Roh Kudus bukan hanya janji — Dia adalah kuasa Tuhan yang hidup dalam kita.

Amin.


Bagikan:

Bagikan Artikel Ini

Artikel Terkait

Terakhir Diperbarui: 24/5/2026