Bangkitlah Menjadi Teranglah
PERNAH melihat matahari terbit? Kehadirannya langsung mengusir gelap. Pekatnya malam tidak bertahan, sebab cahaya matahari bersinar terang. Seperti inilah gambaran terang Tuhan menyinari dunia. Kegelapan dosa sirna, berganti terang yang mendatangkan kasih karunia. Beginilah pesan Nabi Yesaya kepada umat Israel yang sedang dalam pembuangan di Babel. Di pasal ini (60:1-7), Nabi menyampaikan seruan profetiknya, mengajak umat untuk bangkit dari keterpurukan akibat penderitaan di pembuangan karena dosa mereka, sebab Tuhan sedang memulihkan mereka dan akan membawa umat-Nya kembali pulang.
Merupakan penyataan bahwa terang Tuhan sudah tiba atas mereka, sekaligus menjadi penegasan kembali tentang panggilan hidup umat Israel untuk menjadi terang bagi bangsa lain. Di Babel, dalam pembuangan dan penderitaan, umat terpanggil untuk bersaksi dengan menunjukkan identitas diri mereka sebagai bangsa pilihan Allah. Bukan ikut arus, kalah terhadap keadaan, atau kecewa dan memberontak pada Tuhan. Sebaliknya, di tengah keadaan yang sulit itu, umat Israel diminta membawa terang dengan menunjukkan cara hidup yang berkenan pada Tuhan.
Menjadi terang bukan hanya tugas Bangsa Israel, melainkan adalah panggilan semua orang percaya, termasuk remaja GMIM. Tuhan Yesus adalah terang yang menyinari dunia dari kegelapan dosa. Pengampunan-Nya memulihkan kehidupan manusia. Selanjutnya, orang percaya yang telah diselamatkan terpanggil untuk membawa terang. Ini bukan tentang populer, viral atau mendapat pengakuan orang. Melainkan kehidupan yang berdampak positif dan bermanfaat bagi sesama.
Apa yang harus dilakukan?
Jadi, setiap anak Tuhan tidak boleh lengah. Melawan kuasa gelap tidak boleh dilakukan dengan mengandalkan kepintaran, pengalaman ataupun kecakapan. Itu jebakan. Hanya dengan kuasa Yesus, iblis dapat ditaklukan. Jadi, untuk dapat melawan iblis, anak-anak Tuhan harus hidup dalam Tuhan. Mari bangun hubungan yang erat, dekat dan melekat dengan Tuhan. Tekun berdoa, merenungkan firman Tuhan, serta hidup memuliakan Dia. Di hadapan Tuhan, iblis kehilangan daya dan takluk. Sebaliknya, di dalam Tuhan, orang percaya diberkati.
Amin.


