GMIM

LANSIA · 2026-07-18

Renungan Lansia GMIM, Pakatuan Wo Pakalawiren, 19-25 Juli 2026 - Galatia 3:15-29

Galatia 3:15-29

Kamu Semua Adalah Satu Di Dalam Kristus Yesus

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Kita bersyukur kepada Tuhan Allah yang terus menjaga dan memelihara, sehingga kita diperkenankan lagi boleh bersekutu bersama dalam ibadah LANSIA saat ini. Tak terasa kita sudah berada di tahun terakhir periode pelayanan ini, sensus sudah selesai, pemetaan kolom pun sudah diatur dan akan memasuki tahap-tahap persiapan pemilihan Pelayan Khusus, untuk periode pelayanan selanjutnya. Kita mendoakan untuk program Gereja Masehi Injili di Minahasa tahun ini kiranya berjalan dengan segala baik, sesuai dengan kehendak Tuhan Allah. Walaupun mungkin ada permasalahan yang terjadi, perbedaan-perbedaan, tapi percayalah kita semua tetap satu di dalam Yesus Kristus. Percayalah apa yang telah diatur supaya kita teratur dan siapapun yang terpilih kiranya akan menjadi pemimpin kiranya mampu mengayomi dan memberi teladan sehingga kita semua tetap hidup rukun dan damai.

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Surat Galatia ditulis oleh Rasul Paulus di tengah-tengah hangatnya pergumulan yang mengancam inti ajaran Kristen tentang keselamatan. Di mana munculnya pengajar sesat Yudais yang memutarbalikkan Injil. Mereka mengajarkan bahwa orang bukan Yahudi yang ingin menjadi Kristen harus terlebih dahulu menjadi Yahudi dengan cara disunat dan menaati seluruh Hukum Taurat agar selamat. Untuk meyakinkan jemaat, para pengajar sesat ini meremehkan Paulus dan mengklaim bahwa Paulus bukanlah rasul sehingga ajarannya dianggap tidak lengkap atau salah. Karena itu, dengan tegas Paulus mengingatkan jemaat bahwa manusia dibenarkan hanya karena iman kepada Yesus Kristus, bukan karena melakukan hukum Taurat. Mewajibkan hukum Taurat untuk keselamatan sama saja dengan menyangkal kuasa pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib.

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Firman Tuhan Allah saat ini menegaskan bahwa kebenaran diperoleh hanya melalui iman kepada Yesus Kristus, bukan melalui perbuatan Hukum Taurat. Yesus Kristus telah menjadi penggenapan janji Tuhan Allah. Dengan iman dalam Yesus Kristus semua orang, baik Yahudi maupun non Yahudi sama-sama menjadi ahli waris. Janji Tuhan Allah tidak bertentangan dengan Hukum Taurat. Sebab Hukum Taurat diberikan supaya meningkatkan kesadaran umat akan dosa yang diperbuat. Paulus mengatakan Yesus Kristus adalah penggenapan janji Tuhan Allah, jadi Hukum Taurat tidak dapat memberikan hidup, tetapi Yesus Kristus dapat memberi hidup. Oleh karena itu, orang berdosa didorong untuk percaya melalui iman kepada Kristus Yesus, supaya menerima janji kehidupan dan keselamatan. "Sebab kamu adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus" (ay. 26). Inilah dasar hubungan manusia dengan Tuhan Allah sejak awal yaitu iman. "Dalam hal ini tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus." (ay. 28). Maksud firman ini mengingatkan bahwa kita semua sama di hadapan Tuhan Allah, karena Ia tidak memandang bulu.

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Jadi di dalam Yesus Kristus seluruh bagian disusun rapi menjadi satu kesatuan tubuh dan Ia menjadi kepala dari semuanya. Itu artinya Yesus Kristus menjadi pusat pikiran, hati, jiwa dan tujuan segenap kehidupan orang percaya, yang bermuara pada sikap ketaatan yang penuh orang percaya kepada Tuhan Allah yang telah menerima anugerah-Nya.

Firman Tuhan Allah mengingatkan kita LANSIA bahwa semua orang percaya sama di hadapan Tuhan Allah. Dengan kepelbagaian karunia yang Tuhan Allah anugerahkan bagi kita, mari kita pakai untuk saling memperlengkapi satu dengan yang lain. Hidup sebagai tubuh Yesus Kristus yang saling melayani, mengasihi, saling membantu. Tetaplah menjadi orang tua, LANSIA yang baik terhadap anak cucu dan selalu hidup rukun dan damai. Tetaplah percaya bahwa keselamatan dan kasih karunia Tuhan Allah akan terus menjadi bagian hidup kita, sebab janji tidak akan berubah. Janji keselamatan Tuhan Allah diberikan cuma-cuma dan bukan berarti murahan, tetapi mahal, karena menuntut ketaatan iman kita. Pendeta Dietrich Bonhoeffer mengatakan "iman hanya akan menjadi iman dalam tindakan ketaatan." Di Lanjut Usia ini teruslah berkarya untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan Allah dan kesejahteraan anak cucu. Amin.

Bagikan:

Artikel Terkait

Bagikan Artikel Ini

Artikel Terkait

Terakhir Diperbarui: 18/7/2026