Barangsiapa Menghujat Roh Kudus Tidak Akan Diampuni
Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Teknologi digital di bidang informasi dan komunikasi sangat mencengangkan. Karena itu untuk mendapatkan informasi dan berkomunikasi sangat cepat dan menolong. Namun kemudahan ini tidak jarang disalahgunakan untuk hal yang negatif, seperti menyebarkan kabar bohong, ujaran kebencian, provokasi, penipuan dan hujatan. Dalam menghadapi berbagai tekanan hidup, teknologi digital tidak serta merta dapat menjawab persoalan. Teknologi sifatnya hanya merupakan alat untuk mendapatkan informasi dan memberi kemudahan untuk berkomunikasi. Secara faktual, banyak orang lebih mengandalkan teknologi ketimbang mengandalkan Tuhan Allah pencipta langit dan bumi serta segala isi-Nya. Bahkan menganggap keberhasilan dan kesuksesan adalah usahanya sendiri. Sehingga secara tidak langsung menyangkal, mengingkari, menolak kemahakuasaan Tuhan Allah serta pertolongan melalui Roh-Nya yang kudus.
Karena itu tema ibadah minggu ini adalah "Barangsiapa Menghujat Roh Kudus Tidak Akan Diampuni." Menurut KBBI menghujat artinya mencaci, mencela, memfitnah. Menghujat dalam bahasa Yunani "blasphemein" artinya fitnah, penghinaan. Contoh ahli-ahli Taurat menghujat Yesus Kristus melakukan mujizat dengan menggunakan kuasa setan "beelzebul" (Mrk. 3:22). Yesus Kristus berkata, "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal." (Mrk. 3:28-29).
Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Injil Lukas ditulis oleh dokter Lukas ditujukan kepada "Theofilus yang mulia". Theofilus berasal dari kata Yunani "Teophilos" artinya Sahabat Tuhan Allah, dikasihi atau mengasihi Tuhan Allah. Jadi dapat dimengerti Injil Lukas yang ditujukan kepada personal Theofilus yang mulia menunjuk kepada orang secara personal yang terhormat atau pejabat, tetapi juga ditujukan kepada orang secara komunal selaku sahabat Tuhan Allah dan yang mengasihi Tuhan Allah. Tujuan injil ini ditulis supaya mereka mengetahui apa yang diajarkan Yesus Kristus adalah benar. Injil Lukas 12:1-12 menjelaskan beberapa hal:
Pertama: Ayat 1-3. Yesus Kristus mengajar murid-murid-Nya. Ayat 1, beribu-ribu orang banyak berdesak-desakan datang kepada Yesus Kristus. Hal ini menunjukkan bahwa Dia adalah figur yang fenomenal yang telah membuat banyak tanda mujizat seperti: menyembuhkan orang sakit kulit (Lukas 5:12-16), orang lumpuh (Lukas 5:17-26), menyembuhkan orang pada hari sabat (Lukas 6:6-11), mengajar dan menyembuhkan banyak orang (Lukas 6:17-19). Sangat beralasan mengapa ribuan orang datang kepada Yesus Kristus, di samping ingin mendengar firman, tapi juga menyaksikan keajaiban-keajaiban yang Ia lakukan.
Momentum ini, Yesus Kristus gunakan untuk mengajar dan mengingatkan murid-murid dan kepada orang banyak yang datang kepada-Nya, agar waspada terhadap 'ragi' orang-orang Farisi, yaitu kemunafikan. Ragi bahasa Yunani "zyme" artinya benda untuk fermentasi roti atau minuman. Hal ini untuk menggambarkan pengaruh negatif tentang ajaran sesat. Kemunafikan bahasa Yunani "hypokrites" artinya mengenakan topeng, pura-pura, tindakan sandiwara. Yesus Kristus mengingatkan supaya murid-murid-Nya, maupun orang banyak supaya waspada, hati-hati tentang ajaran orang-orang Farisi. Seperti ragi menyebar ke seluruh adonan (Markus 8:15) menggambarkan kejahatan dan dosa yang berakar kuat (I Kor. 5:6). Ragi dilarang disimpan dalam rumah selama masa raya Paskah dan dilarang pula untuk dipakai dalam segala kurban persembahan kepada Tuhan Allah. Memang ragi mempunyai dua arti yaitu, pertama, untuk mengkhamirkan "reis" atau sesuatu yang "hidup" tidak boleh dibakar di atas Mezbah. Kedua, pengaruh untuk merusak atau menyebabkan pembusukan, karena itu Yesus Kristus mengecam ragi orang Farisi yang munafik (Matius 23).
Ayat 2, tentang kemunafikan orang-orang Farisi. Tidak ada satupun yang terselubung yang tidak akan disingkapkan, tidak ada yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Artinya tidak ada topeng yang tidak akan dibuka. Ayat 3. Yesus Kristus mengingatkan apa yang ditutupi oleh kemunafikan orang Farisi akan disingkap. Karena itu, kepada murid-murid-Nya Ia katakan apa yang kamu katakan dalam gelap atau rahasia akan didengar dalam terang, artinya segala rahasia akan menjadi jelas atau terang benderang. Apa yang dibisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan di atas rumah.
Kedua. Ayat 4-7. Jangan takut kepada pembunuh. Yesus Kristus mengingatkan untuk tidak takut kepada orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat (Lukas 11:42-46) yang mengancam nyawa, sesudah itu tidak dapat berbuat apa-apa. Justru mereka harus takut kepada Tuhan Allah. Sebab Dia bukan saja membunuh atau menghukum, tetapi berkuasa untuk melemparkan ke dalam neraka. Neraka bahasa Yunani "gehena" artinya tempat hukuman abadi yang penuh siksaan. Bahasa Ibrani neraka "sheol" artinya alam maut, dunia orang mati, tempat kebinasaan (Bil. 16:30, 33; I Sam. 2:6). Ayat 6, Yesus Kristus menyebut burung Pipit lima ekor dijual dua keping. Artinya tidak punya nilai jual yang mahal tetapi Tuhan Allah tidak melupakan. Ayat 7, rambut di kepalapun terhitung semua, artinya tidak ada satupun yang terabaikan. Karena itu, jangan takut, karena murid-murid dan pengikut Yesus Kristus lebih berharga dari banyak burung Pipit.
Ketiga. Ayat 8-12. Mengakui Yesus Kristus akan diakui-Nya. Yesus Kristus tahu bahwa murid-murid dan pengikut-pengikut-Nya akan mengalami banyak kesusahan dan ancaman untuk dibunuh oleh orang-orang Farisi, ahli-ahli Taurat dan pemerintahan Romawi, sehingga dapat meninggalkan iman kepada-Nya. Karena itu, diingatkan setiap orang yang mengakui Dia di hadapan manusia, Anak manusia juga akan mengakui dia di hadapan Malaikat Allah. Sebaliknya, bagi yang menyangkal akan disangkal juga di hadapan Malaikat Allah. Tetapi untuk mereka yang melawan Anak manusia karena belum paham yang sesungguhnya akan diampuni. Seperti kata Yesus "Ya Bapa ampunilah karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat" (Luk. 23:34). Tetapi, siapa saja menghujat Roh Kudus tidak akan diampuni.
Yesus Kristus dalam pengajaran mempersiapkan murid-murid dan segenap orang yang percaya pada-Nya supaya tidak takut kepada Majelis di rumah-rumah ibadah, pemerintah Romawi yang berkuasa. Dan tidak khawatir bagaimana harus membela diri dan apa yang harus dikatakan. Sebab pada waktu itu juga Roh Kudus akan mengajar mereka apa yang harus dikatakan.
Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Nasihat Yesus Kristus kepada murid-murid di masa lampau tentang kemunafikan, menjadi nasihat juga kepada kita selaku Gereja termasuk di dalamnya LANSIA. Berbagai bentuk kemunafikan saat ini: kepura-puraan, ucapan kedengarannya manis, penipuan, tawaran, perbuatan baik yang tidak tulus. Ajaran-ajaran yang tidak sesuai dengan ajaran Gereja sehingga menimbulkan perpecahan. Dalam kuasa Yesus Kristus semua bentuk kemunafikan, tipu, pura-pura, tidak tulus akan dibuka dan dipermalukan. Kuasa, jabatan, harta, materi, fitnah dapat menjatuhkan martabat. Tetapi tangan Tuhan Allah yang kuat dan dahsyat tidak membiarkan orang beriman kepada Yesus Kristus jatuh tergeletak (band. Maz. 37:23-26). Sebab orang percaya lebih berharga dari burung-burung Pipit.
Namun, sering ada orang percaya tidak menghormati kasih karunia Tuhan dan tidak percaya pada firman Tuhan. Menganggap keberhasilan dan sukses sebagai usaha sendiri tanpa campur tangan Roh Kudus, sehingga secara tidak langsung kita menyangkal keterlibatan-Nya. Sebaliknya, ada orang mencatut peran Roh Kudus untuk menutupi niat jahat untuk menipu, mendapatkan keuntungan diri, kelompok tanpa ada rasa malu dan takut kepada Tuhan Allah.
Karena itu, selaku orang beriman, hendaklah LANSIA menjadi figur terdepan untuk menjadi contoh dan teladan bagi anak cucu, selaku gereja masa depan, agar waspada terhadap ajaran-ajaran yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan dalam Alkitab sehingga tidak terjebak menghujat Roh Kudus. Yesus Kristus memberkati kita. Amin.


