GMIM

LANSIA · 2026-07-04

Renungan Lansia GMIM, Pakatuan Wo Pakalawiren, 5-11 Juli 2026 - Mazmur 67:1-8

Mazmur 67:1-8

Tanah Telah Memberi Hasilnya, Tuhan Allah Memberkati Kita

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Setiap orang berharap hidupnya diberkati. Berkat dalam hidup berkeluarga, karir dan pekerjaan, keberhasilan anak-anak serta cucu dan sebagainya. Namun demikian, pertanyaan yang patut direnungkan adalah, bila kita diberkati dengan segala yang kita dambakan, apa yang akan kita perbuat dengan segala berkat yang kita terima dan rasakan tersebut? Banyak orang mungkin akan mengatakan, ya tentunya dinikmati dan disyukuri. Bagaimana sikap dan respons kita sebagai orang percaya dalam menanggapi berkat-berkat itu?

Mazmur 67:1-8 adalah ucapan syukur atas berkat yang diterima umat. Pemazmur mengungkapkan kesadaran akan berkat yang diterima adalah berasal dari Tuhan Allah. Permohonan yang disampaikan di ayat 2, menegaskan bahwa berkat tersebut merupakan kedaulatan dan kemurahan Tuhan Allah sendiri bagi umat-Nya. Pemazmur menyadari bahwa hanya Tuhan Allah yang dapat memberkati umat dan Dia sendiri yang dapat menerangi kehidupan manusia.

Selanjutnya pemazmur berkata, "Supaya jalan-Mu dikenal di bumi dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa." Ini berarti pemazmur juga menyadari bahwa berkat yang diterima dan dirasakan tersebut tidak hanya berhenti pada diri umat sendiri, melainkan harus menjadi kesaksian bagi banyak orang dan banyak bangsa. Dengan kata lain, ketika berkat-berkat itu diterima dari Tuhan Allah, maka hal itu harus menjadi kesaksian kepada banyak bangsa tentang siapa Tuhan Allah yang memberkati umat-Nya.

"Tanah telah memberikan hasilnya," itu tanda bahwa Tuhan Allah memberkati umat-Nya. Inilah yang harus menjadi kesaksian agar kiranya bangsa-bangsa datang dan bersyukur kepada Tuhan Allah Israel. Kesaksian itu diharapkan agar banyak bangsa menyadari bahwa keselamatan itu hanya datang dari Tuhan Allah. Bangsa-bangsa akan bersyukur dan bersorak akan kemahakuasaan Tuhan Allah yang memerintah dengan adil dan juga yang memberkati bangsa-bangsa.

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Siapa yang tidak akan bersukacita dan bersyukur ketika Tuhan Allah memberkati hidup kita. Tentu kita akan bersukacita dan bersyukur. Namun demikian, kita diingatkan bahwa berkat-berkat yang kita terima tersebut harus mengantar kita pada kesadaran bahwa semua itu karena kemurahan Tuhan Allah bagi kita. Pengalaman menyaksikan kepada kita bahwa seringkali ketika hidup telah diberkati dengan segala yang baik, orang menjadi lupa diri. Banyak orang menjadi lupa akan Tuhan Allah yang memberkatinya. Dia berpikir bahwa segala sesuatu yang dia capai dan peroleh, semua itu karena kerja kerasnya, strateginya yang jitu, perencanaan yang matang dan lain sebagainya. Ia lupa bahwa sehebat apapun usaha dan kerja keras itu, bila Tuhan Allah tidak bermurah hati dan mengasihani kita, maka usaha apapun itu akan menjadi sia-sia. Kita diingatkan agar jangan melupakan Sang pemberi berkat yang adalah sumber kebahagiaan dan keselamatan itu yaitu Tuhan Allah.

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Sebagai orang percaya, kita LANSIA diingatkan bahwa dengan berkat-berkat yang kita terima dari Tuhan Allah akan membuat banyak bangsa bahkan seluruh bumi mengenal Tuhan Allah dan takut akan Dia. Pertanyaannya, bagaimana caranya agar banyak bangsa mengenal Tuhan Allah dengan berkat-berkat yang kita terima dari Dia? Jawabannya adalah kita harus menyaksikannya dalam hidup bahwa hidup kita menjadi berkat bagi banyak orang. Berkat Tuhan Allah itu tidak hanya berhenti kepada kita dan menikmatinya sendiri, melainkan berkat-berkat itu kiranya juga dirasakan oleh orang lain. Sebagai orang percaya, berkat itu bukan hanya milik kita tetapi Tuhan Allah memberkati kita supaya kita memberkati orang lain. Berkat itu seperti air, jika hanya ditampung maka ia akan menjadi keruh. Tetapi jika air itu mengalir maka air itu akan jernih memberi kesegaran dan kehidupan.

Kita diberkati bukan untuk hidup nyaman tetapi untuk hidup yang berbuah dan berdampak bagi orang lain. Tidak sedikit orang yang ketika menikmati berbagai bentuk berkat bahkan sampai berkelimpahan, sangat sulit memberi perhatian dan bahkan berbagi dengan mereka yang berkekurangan. Akibatnya apa? Kebaikan Tuhan Allah tidak disaksikan dan dirasakan oleh orang lain sehingga orang lain tidak bersukacita dan bersorak-sorai memuliakan Tuhan Allah. Itu tandanya kita tidak membawa orang untuk datang kepada Tuhan Allah. Justru kita menjauhkan orang lain untuk mengenal Tuhan Allah. Sikap dan tindakan seperti itu tidak menjadi kesaksian yang membawa sukacita bagi orang lain.

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Sebagai LANSIA, marilah kita mensyukuri akan segala berkat dan kebaikan Tuhan Allah atas hidup kita. Sebagai orang percaya dan yang sementara menikmati umur panjang, berkat Tuhan Allah tidak selamanya berbentuk materi yang berkelimpahan atas hidup kita. Berkat-Nya hadir dengan beragam bentuk dan keadaan dalam hidup kita. Kita dalam keadaan sehat, kuat dan terus bekerja dan berkarya. Kita dapat membesarkan anak-anak dan cucu. Kita boleh melayani di gereja dan masyarakat serta berbagai berkat pemeliharaan Tuhan Allah lainnya. Termasuk di dalamnya, ketika kita lemah dan sakit, kita masih melihat kebaikan-kebaikan Tuhan Allah. Semua itu adalah berkat yang Tuhan Allah berikan kepada kita.

Firman Tuhan Allah mengingatkan kita untuk bersyukur kepada-Nya. Masa Lanjut Usia bukanlah masa di mana kita menggerutu dan mengeluh dengan berbagai keadaan yang kita hadapi. Justru masa Lanjut Usia adalah masa di mana kita semakin mensyukuri akan segala bentuk berkat dan pemeliharaan Tuhan Allah. Kita tidak akan bersyukur hanya karena merasakan peristiwa-peristiwa besar yang menyukacitakan kita, tetapi hal-hal kecil dan sederhanapun kiranya membuat kita tetap bersyukur sambil mengakui bahwa Tuhan Allah baik dalam hidup kita.

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Firman Tuhan Allah mengajak kita juga untuk hidup yang menjadi berkat. Ketika Tuhan Allah memberkati hidup kita dengan segala kebaikan-Nya, maka kitapun harus menyaksikan kebaikan-kebaikan Tuhan Allah itu bagi banyak orang, supaya mereka mengenal dan memuji Tuhan Allah. Menjadi berkat bagi orang lain bukan berarti karena kita berada dalam kelimpahan materi, melainkan sikap dan gaya hidup kitapun menjadi kesaksian bagi banyak orang tentang Tuhan Allah yang memberkati kita. Kehadiran kita di manapun berada kiranya akan membawa banyak orang datang bersyukur, memuji dan memuliakan Tuhan Allah. Amin.

Bagikan:

Bagikan Artikel Ini

Artikel Terkait

Terakhir Diperbarui: 4/7/2026