Memberitakan Kasih Setia-Mu di Waktu Pagi dan Kebenaran-Mu di Waktu Malam
Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
"Mazmur. Nyanyian untuk hari Sabat." Apa arti Sabat? Bagi bangsa Israel, Sabat adalah hari berhenti dari pekerjaan, hari beristirahat, hari merenungkan kebaikan Tuhan Allah dan hari mengingat bahwa hidup ini dipelihara oleh-Nya. LANSIA kadang mirip seperti "Sabat kehidupan." Di usia muda kita sibuk bekerja; membesarkan anak, mencari nafkah, membangun rumah tangga, berjuang menghadapi banyak persoalan hidup. Tetapi ketika memasuki Usia Lanjut; langkah kita mulai melambat, tenaga mulai berkurang, penglihatan mulai melemah kabur, rambut mulai memutih dan ada rontok. Ada dari kita mungkin bertanya, "Apa arti hidup saya sekarang? Apakah saya masih berguna? Apakah saya masih bisa dipakai Tuhan Allah?" Mazmur ini menjawab dengan sangat jelas: Ya, masih! Selama Tuhan Allah memberi napas, hidup kita LANSIA tetap punya tujuan.
Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Mari kita renungkan lima pesan firman dari Mazmur 92 ayat 1 sampai 16 yang menguatkan iman LANSIA.
Pertama: Ayat 1–4. Pemazmur berkata: "Adalah baik untuk menyanyikan syukur kepada TUHAN." Kata Ibrani bersyukur adalah (יָדָה, yadah) artinya: mengucap syukur, memuji, mengangkat tangan kepada Tuhan Allah. Ayat 3, "untuk memberitakan kasih setia-Mu di waktu pagi dan kesetiaan-Mu di waktu malam." Dari pagi sampai malam kehidupan, tetaplah bersyukur kepada Tuhan Allah. Ini bukan hanya bicara pagi dan malam secara harfiah. Tetapi gambaran perjalanan hidup manusia. Pagi melambangkan masa muda, masa penuh tenaga, masa penuh mimpi. Malam melambangkan masa tua. Masa senja kehidupan. Masa ketika kita melihat kembali perjalanan hidup. Artinya apa? Ketika muda kita bersaksi tentang kasih Tuhan Allah. Dan ketika kita LANSIA tetap bersaksi tentang kesetiaan Tuhan Allah. Jangan pernah berkata, "Saya sudah tua, saya tidak bisa apa-apa." Kita LANSIA masih bisa memuji Tuhan Allah, masih bisa bersaksi, masih bisa menguatkan anak cucu, masih bisa menjadi pendoa bagi keluarga.
Kedua: Ayat 5–6. "Sebab Engkau, ya TUHAN, telah membuat aku bersukacita karena pekerjaan-Mu." LANSIA adalah waktu melihat kembali pekerjaan Tuhan Allah dalam hidup kita. Sebagai LANSIA kita memiliki sesuatu yang generasi muda belum punya yaitu, sejarah panjang bersama Tuhan Allah. Ada yang pernah hidup susah. Ada yang pernah kehilangan pasangan hidup. Ada yang mengalami sakit kronis. Ada yang pernah melalui masa sulit ekonomi. Ada yang pernah menangis karena anak-anak. Tetapi hari ini kita masih bernafas. Itu berarti Tuhan Allah masih setia. Ketika melihat ke belakang, kita berkata, "Kalau bukan Tuhan Allah yang menolong saya, saya tidak mungkin sampai hari ini." Di masa LANSIA, janganlah hanya menghitung penderitaan, hitunglah juga berkat Tuhan Allah.
Ketiga: Ayat 7–9. Pemazmur berkata bahwa orang fasik seperti rumput. Jangan iri kepada keberhasilan orang fasik. Rumput tumbuh cepat, tetapi cepat layu. Kadang kita melihat orang yang tidak takut Tuhan Allah justru tampak berhasil. Mereka kaya, berkuasa dan terlihat menikmati hidup. Tetapi firman Tuhan Allah berkata, itu hanya sementara. Hidup tanpa Tuhan Allah tidak punya pengharapan kehidupan bahagia di dunia dan hidup kekal di surga. Tetapi orang percaya mungkin bertumbuh lambat, namun berakar kuat dalam keyakinan keselamatan, berkat dan kebahagiaan yang dianugerahkan Tuhan Allah di dalam dan melalui Yesus Kristus.
Keempat: Ayat 10–15. "Orang benar akan bertunas seperti pohon korma." Pada masa LANSIA tetaplah berbuah. Masa LANSIA adalah bagian hidup paling indah. Seperti Pohon Korma tetap hidup di daerah kering. LANSIA dikatakan: "mereka akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon." Pohon aras melambangkan kekuatan dan ketahanan. "Pada masa tua pun masih berbuah." Dalam bahasa Ibrani dipakai kata (יְנוּבוּן, yenubun); tetap menghasilkan, tetap produktif, tetap berbuah terus menerus. Artinya, meskipun rambut memutih dan rontok, tubuh melemah, langkah tidak sekuat dulu, tetapi hidup rohani tetap bisa berbuah. Buah masa LANSIA berupa; doa, hikmat, nasihat, kesaksian, teladan hidup, iman yang diwariskan. Contoh: Musa dipakai Tuhan Allah di usia tua. Kaleb di usia 85 tahun masih berkata: "Aku masih kuat." (Yosua 14:11)
Kelima: Ayat 16. "untuk memberitakan bahwa Tuhan Allah itu benar." Artinya masa LANSIA bukan sekadar menunggu kematian. Tetapi tetap memberitakan Tuhan Allah setia, adil dan tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Tujuan hidup di masa LANSIA adalah tetap memberitakan tentang Tuhan Allah melalui kata dan perbuatan.
Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Doa LANSIA bisa menggoncangkan surga. "Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya." (Yakobus 5:16) Mungkin anak cucu tidak melihat dan mendengar kita berdoa. Tetapi Tuhan Allah mendengar.
Hidup manusia seperti satu hari. Pagi seperti masa muda. Siang seperti masa dewasa. Senja seperti LANSIA. Malam menuju keabadian. Tetapi dari pagi sampai malam, kasih setia Tuhan Allah tetap sama. Hari ini, kita sudah berada senja kehidupan, janganlah merasa tidak berguna. Firman Tuhan Allah hari ini menegaskan bahwa, pada masa LANSIA kita masih tetap dapat berbuah seperti Pohon Korma dan kuat rohani seperti Pohon Aras. Karena itu, tetaplah menjadi penyembah yang setia, pendoa keluarga, saksi iman, penabur hikmat. Dan nyatakanlah dalam doa, "Ya Tuhan Allah, tolonglah agar dari pagi sampai malam kehidupanku, aku akan terus memberitakan kasih setia-Mu kepada anak cucuku." Amin.


