Sesudah orang banyak dan para pemimpin agama pulang ke rumah masing-masing dalam suasana tegang, Yesus justru pergi ke Bukit Zaitun. Di sanalah Ia mengakhiri hari-Nya dengan bersaat teduh dan berdoa, sebelum kembali mengajar di bait Allah keesokan paginya.
--- Yohanes 7:53-8:2
MENGAKHIRI HARI DENGAN DOA
Yohanes 7:53-8:2 mengajarkan bahwa apa pun tekanan yang dialami sepanjang hari, cara terbaik untuk menutupnya adalah dengan bersaat teduh dan berdoa, seperti yang dilakukan Yesus di Bukit Zaitun.
Sobat Obor, pada zaman Yesus, agama Yahudi terbagi atas empat mazhab: Saduki, Farisi, Eseni, dan Sikari, salah satunya disebut dalam bacaan kita saat ini. Orang Farisi kebanyakan terdiri atas para ahli Taurat. Mereka menekankan ketaatan pada semua peraturan yang ada di Kitab Suci. Sebagai pegangan tentang cara melaksanakan peraturan-peraturan itu, mazhab ini mengembangkan banyak peraturan tambahan yang disebut Taurat Lisan. Contoh, Taurat Lisan menetapkan bahwa walaupun hari Sabat belum dimulai, namun beberapa jam sebelumnya pekerjaan-pekerjaan tertentu sudah harus dihentikan. Karena ketaatan mereka pada peraturan-peraturan agama itu, orang Farisi merasa diri lebih benar atau lebih rohani daripada orang-orang lain. Kebanyakan orang Farisi ahli Taurat, tapi tidak semuanya. Begitu juga sebaliknya, walaupun kebanyakan orang Farisi ahli Taurat, tidak semua ahli Taurat orang Farisi.
Setelah menerima laporan bahwa Yesus mengajar di bait Allah pada waktu pesta Pondok Daun, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi marah dan menuduh Yesus sebagai penyesat. Bahkan pembelaan Nikodemus pun tidak dihiraukan. Mereka merasa diri paling benar dan paling rohani, sesuai dengan gambaran tentang orang-orang Farisi di awal bacaan ini.
Lalu mereka pulang, masing-masing ke rumahnya, tetapi Yesus pergi ke Bukit Zaitun. Ini menutup keseluruhan pasal 7 dan membuka pasal 8. Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengingat kejadian sebelumnya dan mencari cara untuk menurunkan kewibawaan Yesus di depan banyak orang. Mereka tidak dapat beristirahat dengan tenang dan nyaman. Mereka bisa saja sementara berbaring di tempat tidur, tetapi pikiran mereka melayang-layang memikirkan rencana besok hari untuk menjebak Yesus. Terbayang bagaimana besok bisa menjebak Yesus, bagaimana dengan Yesus? Setelah aktivitas hari itu selesai, Yesus pergi ke Bukit Zaitun untuk berdoa. Di kaki Bukit Zaitun ada Taman Getsemani, taman tempat Yesus berdoa sebelum ditangkap dan menjalani jalan viadolorosa. Tindakan Yesus setelah mengakhiri aktivitas adalah bersaat teduh dan berdoa.
Sobat Obor, banyak hal yang kita alami ketika berkarya sepanjang hari. Ada kalanya hari yang kita jalani mengecewakan, ada waktu juga membahagiakan. Ada saat kecewa dan bahagia bercampur jadi satu di hari itu. Ada hari yang mudah, tapi juga ada yang sulit. Belajar dari bacaan ini, akhirilah hari dengan bersaat teduh dan berdoa. Seletih apa pun dalam menjalani hari bukan alasan untuk tidak mensyukurinya dengan bersaat teduh dan berdoa. Mengevaluasi hari yang dijalani, bisa jadi kita telah berdosa dan berbuat serta berpikir jahat kepada orang-orang di sekitar kita. Semoga kita dimampukan melakukannya. Amin.
3 Pelajaran dari Yohanes 7:53-8:2
- Ketaatan pada aturan agama tidak menjamin kebenaran hati jika disertai kesombongan rohani.
- Tekanan dan rencana jahat orang lain terhadap kita bukan alasan untuk berhenti berdoa.
- Cara terbaik menutup hari, seletih apa pun, adalah dengan bersaat teduh dan berdoa di hadapan Tuhan.



