"Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita i dengan wajah-Nya, Sela"
— Mazmur 67:2
BERKAT UNTUK MENJADI KESAKSIAN
Sobat Obor, ada sebuah cerita tentang seorang pemuda yang bekerja di sebuah kantor sederhana. Ia bukan orang yang paling pintar, juga bukan yang paling menonjol. Namun satu hal yang membuatnya berbeda, ia selalu jujur, rajin, dan tidak pernah mengeluh. Ketika rekan-rekannya mulai menyerah dalam tekanan pekerjaan, ia tetap tenang dan berkata, "Saya percaya Tuhan pasti menolong." Awalnya, teman-temannya menganggap itu hal biasa. Tetapi seiring waktu, mereka mulai melihat sesuatu yang berbeda. Ketika ada masalah, pemuda itu tidak panik. Ketika ada kesempatan untuk berbuat curang, ia tetap memilih jujur. Ketika orang lain saling menjatuhkan, ia justru menolong. Suatu hari, seorang rekannya bertanya, "Kenapa kamu bisa tetap seperti itu?" Pemuda itu menjawab sederhana, "Karena Tuhan sudah terlalu baik dalam hidup saya, saya hanya ingin hidup dengan cara yang menyenangkan Dia." Dari situ, teman-temannya mulai melihat bahwa hidup pemuda itu adalah kesaksian. Bukan karena ia berkhotbah, tetapi karena hidupnya mencerminkan kasih Tuhan.
Firman Tuhan dalam Mazmur 67:2 berkata, "Supaya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa." Ini berarti setiap berkat yang kita terima memiliki tujuan, agar melalui hidup kita, orang lain mengenal Tuhan. Sering kali kita menunggu kesempatan besar untuk menjadi saksi Tuhan, padahal kesaksian justru dimulai dari hal-hal kecil. Cara kita berbicara, bersikap, bekerja, dan memperlakukan orang lain adalah cerminan iman kita. Berkat Tuhan dalam hidup kita, entah itu pekerjaan, kesehatan, atau damai sejahtera, bukan hanya untuk kita nikmati. Tuhan ingin memakai semua itu sebagai alat untuk menyatakan diri-Nya kepada dunia.
Karena itu, mari kita hidup dengan kesadaran bahwa hidup kita sedang "dibaca" oleh orang lain. Jadilah kesaksian yang hidup. Biarlah melalui setiap tindakan kita, orang lain melihat kebaikan Tuhan. Sebab berkat sejati bukan hanya ketika kita menerima, tetapi ketika melalui hidup kita, orang lain dapat mengenal Tuhan. Amin.


