GMIM

OBOR PEMUDA · 2026-07-07

Renungan Obor Pemuda GMIM 8 Juli 2026 Mazmur 67:3 Hidup yang Dipenuhi Ucapan Syukur

Mazmur 67:3

"supaya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu j di antara segala bangsa."

— Mazmur 67:3

HIDUP YANG DIPENUHI UCAPAN SYUKUR

Sobat Obor, ada dua orang sahabat yang bekerja di tempat yang sama. Mereka menerima gaji, menghadapi tekanan pekerjaan yang sama, dan menjalani rutinitas yang hampir tidak berbeda. Namun, ada satu hal yang sangat kontras di antara mereka. Yang pertama selalu mengeluh. Baginya, apa yang dimiliki tidak pernah cukup. Gaji terasa kurang, pekerjaan terasa berat, dan hidup terasa tidak adil. Setiap hari dipenuhi dengan keluhan. Sementara yang lain memiliki sikap yang berbeda. Ia tetap bekerja keras, tetapi selalu mengucap syukur. Ia bersyukur masih memiliki pekerjaan, bersyukur bisa makan setiap hari, dan bersyukur karena Tuhan masih menyertainya. Bahkan di tengah kesulitan, ia tetap berkata, "Tuhan pasti punya rencana yang baik." Waktu berlalu, tanpa disadari, hidup mereka mulai menunjukkan perbedaan. Yang satu semakin tertekan dan tidak pernah merasa puas, sementara yang satu hidup dengan hati yang damai dan penuh sukacita. Bukan karena keadaan mereka berbeda, tetapi karena cara mereka memandang hidup berbeda.

Firman Tuhan dalam Mazmur 67:3 menegaskan bahwa ucapan syukur bukan sekadar reaksi terhadap keadaan baik, tetapi adalah sikap hidup. Mengucap syukur berarti kita mengakui bahwa Tuhan tetap baik dalam segala keadaan. Bukan hanya saat kita menerima berkat besar, tetapi dalam hal-hal kecil yang sering kita abaikan. Napas kehidupan, kesehatan, keluarga, dan kesempatan setiap hari adalah alasan untuk bersyukur. Hidup yang dipenuhi ucapan syukur akan mengubah cara kita melihat segala sesuatu. Masalah tidak lagi menjadi beban semata, tetapi menjadi kesempatan untuk melihat karya Tuhan. Kekurangan tidak lagi menjadi alasan untuk mengeluh, tetapi menjadi ruang untuk belajar percaya.

Sobat Obor, ketika kita tetap bersyukur di tengah keadaan sulit, orang lain akan melihat bahwa iman kita tidak bergantung pada situasi, tetapi pada Tuhan. Karena itu, mari kita memilih untuk hidup dalam ucapan syukur setiap hari. Bukan karena semuanya mudah, tetapi karena kita percaya Tuhan selalu setia. Sebab hidup yang dipenuhi ucapan syukur adalah hidup yang dekat dengan hati Tuhan. Amin.

Artikel Terkait

Bagikan:

Bagikan Artikel Ini

Artikel Terkait

Terakhir Diperbarui: 7/7/2026