GMIM

PELITA PKB · 2025-08-31

Pelita PKB GMIM 31 Agustus - 6 September 2025

Janganlah Membelokkan Hukum Tetapi Hormati Dan Hargai Hak-Hak Manusia

Sahabat-sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi dan diberkati Tuhan!

Hukum adalah panglima tertinggi. Siapa pun harus
tunduk pada hukum yang adalah dasar utama dan tertinggi
mengatur segala aspek kehidupan. Tidak seorang pun yang kebal
hukum. Tema perenungan firman minggu ini adalah “Jangan
Membelokkan Hukum Tetapi Hormati dan Hargai Hak-
hak Manusia.” Kata “membelokkan” dalam bahasa Ibrani
adalah nātāh (נָטָה) yang juga berarti: menyimpang, memalingkan
dari jalan lurus. Contoh: Hakim menerima suap lalu menjatuhkan
vonis yang tidak sesuai fakta; Pemimpin memihak kepada orang
kuat atau kaya, bukan pada kebenaran. Kesaksian palsu
memengaruhi keputusan pengadilan; Yang salah dibenarkan dan
yang benar disalahkan.

Pria/Kaum Bapa yang dikasihi Tuhan!

Keluaran 23:1-13 adalah bagian dari hukum-hukum sosial
dan moral yang diberikan Allah kepada bangsa Israel melalui
Musa, sebagai kelanjutan dari hukum-hukum dalam pasal
sebelumnya. Keluaran 21-23: Disebut Kitab Perjanjian (Book of
the Covenant), yaitu hukum-hukum tambahan yang
menjabarkan aplikasi praktis dari’Sepuluh Perintah Allah dalam
kehidupan sosial, ekonomi, dan keagamaan Israel. Tujuan
hukum-hukum ini untuk membentuk umat yang adil, berbelas
kasih, dan setia kepada Allah. Namun hukum-hukum itu bukan
sekadar legalistik, melainkan menekankan karakter Allah, yaitu
Allah yang suci, adil, penuh kasih, dan terutama peduli terhadap
kaum lemah.

Manusia memiliki kecenderungan untuk berdusta, oleh
sebab itu bangsa Israel sebagai umat pilihan Tuhan dilarang
menyebarkan fitnah, kesaksian palsu, karena dapat
menghancurkan keadilan. Tuhan juga menghendaki kita sebagai
P/KB GMIM memiliki integritas pribadi dan sosial. Walaupun
kekuatan ada pada mayoritas orang, namun tiap orang umat
Tuhan harus tetap menjunjung kebenaran. Hal ini merupakan
waming atau peringatan dalam hal berdemokrasi, jangan sampai
kebenaran dan keadilan diabaikan hanya dengan label
demokrasi suara terbanyak.

Firman Tuhan ini juga mengingatkan bahwa keadilan
harus netral, tidak boleh memihak karena belas kasihan semata.
Hukum harus berlaku adil, tidak bias. Penegakan hukum tidak
boleh pandang bulu. Ayat 6 memperingatkan agar tidak
mendiskriminasi orang miskin, artinya keadilan harus ditegakkan
baik terhadap yang miskin maupun yang kaya.

Menarik ayat 4-5; pola pikir dan sikap bangsa Israel ingin
diubah secara radikal oleh Allah. Sifat Allah pengasih dan
penyayang benar-benar konsisten dan klimaksnya pada ajaran
Tuhan Yesus: “kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka
yang menganiaya kamu” (Matius 5:44). Untuk itulah maka P/KB
harus memiliki karakter atau sifat-sifat pengasih; suka menolong
orang lain tanpa membeda-bedakan. Musuh sekalipun harus
dibantu saat membutuhkan.

Kemudian di ayat 7-8, Allah menuntut kebenaran dan
keadilan mutlak. Tidak boleh membiarkan orang tidak bersalah
dihukum hanya karena tekanan atau keuntungan pribadi. Suap
merusak keadilan, menutup mata terhadap kebenaran, dan
merusak integritas pengadilan atau pemimpin. Inilah fakta dan
realitas yang masih terus terjadi dewasa ini. Kondisi
memprihatinkan ini menuntut perubahan radikal bukan semata-
mata institusi melainkan dari setiap insan umat manusia yang
harus berintegritas di hadapan Allah. Takut berbuat apa yang
jahat, tapi berani berbuat apa yang benar; jujur, tulus dan setia
pada kebenaran. Marilah kita P/KB GMIM membangun integritas
itu, mulai dengan bersikap jujur, tulus, dan setia dalam keluarga
dan pekerjaan kita masing-masing.

Pria/Kaum Bapa yang dikasihi Tuhan!

Ayat 9-12 hendak mengarahkan mengarahkan umat
Tuhan termasuk P/KB GMIM agar berempati dan
memperlakukan orang asing dengan adil dan manusiawi. Kita
sebagai umat Tuhan tidak boleh rakus dan serakah tapi memiliki
kepedulian sosial dan lingkungan. Perintah menjunjung tinggi
hukum bukanlah sekadar menerapkan hukum demi hukum itu
sendiri tetapi dalam paradigma mengasihi Allah dan mengasihi
sesama manusia berupa sikap-sikap menghormati dan
menghargai hak-hak manusia, siapa pun dia, bahkan musuh
sekalipun.

Kemudian ayat 13. Last but not the least (terakhir tapi tak
kalah penting); bangsa Israel harus memusatkan ibadah hanya
kepada Tuhan Allah. Dewasa ini kekuatan dunia bisa membuat
kita tidak lagi sepenuhnya mengandalkan Tuhan, sebab itu kita
harus berhati-hati. Selalu berdoa dan membaca firman Tuhan.
Ingatlah tujuan hidup di dunia ini adalah untuk memuliakan
Tuhan dan menjadi alat kesaksian serta saluran berkat-Nya.
AMIN.

Pertanyaan untuk PA:

Bagikan:

Artikel Terkait

Bagikan Artikel Ini

Artikel Terkait

Terakhir Diperbarui: 31/8/2025