Hidup Baru Dalam Kristus Sebagai Orang-Orang Pilihan Allah Yang Dikuduskan Dan Dikasihi-Nya
Sahabat-sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi dan diberkati Tuhan!
Surat kepada jemaat di Kolose dipercaya ditulis oleh rasul
Paulus saat berada dalam penjara di Roma diperkirakan tahun
60-62 Masehi, Tujuan utama surat ini untuk melawan ajaran
sesat yang tengah memengaruhi jemaat (kemungkinan
sinkretisme Yahudi, filsafat Yunani, dan bentuk awal
gnostisisme). Paulus hendak mendorong jemaat untuk tetap setia
pada ajaran Kristus dan tidak dibodohi oleh ajaran-ajaran sesat
atau diombang-ambingkan oleh berbagai paham dan praktik
keagamaan masyarakat lokal di kota Kolose, sebuah kota di Asia
Kecil yang terletak di sebelah timur kota Efesus.
Pria/Kaum Bapa yang dikasihi Tuhan!
Mari kita sama-sama memerhatikan perikop bacaan saat
ini Kolose 3:5-17. Ayat 5-9 menekankan nasihat Paulus kepada
jemaat untuk mematikan atau menanggalkan kehidupan lama
yaitu segala sesuatu yang duniawi di dalam diri. Dalam hal ini
percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat, keserakahan
yang semuanya sama dengan penyembahan berhala. Karena
berbagai dosa tersebut mendatangkan murka Allah.
Kata “Mematikan” memiliki arti “memutus secara aktif
dan terus-menerus” kuasa dosa atas hidup. Kata ini
diterjemahkan dari kata Νεκρώσατε (nekrosate). Bentuk kata
kerja aorist imperatif aktif, orang kedua jamak, dari kata dasar
νεκρόω (nekroō). Arti harfiah: “mematikan,” “membunuh,” atau
“menyebabkan mati.” Kata ini digunakan dalam bentuk imperatif
(perintah tegas) yang menunjukkan tindakan yang harus
dilakukan secara langsung dan dengan tekad. Bukan sekadar
“mengurangi” atau “mengendalikan” dosa, tapi mengeksekusi
atau memutus total kuasa dosa dalam hidup kita. Kemudian ayat
8-9 menggambarkan dosa yang berhubungan dengan relasi
sosial seperti marah, geram, kejahatan, fitnah, kata-kata kotor,
juga dusta.
Ayat 10-11 menekankan tentang hidup baru. Orang yang
percaya kepada Yesus Kristus harus benar-benar mengenakan
“manusia baru” sesuai dengan maksud dan rencana Allah untuk
menjadikan umat-Nya menurut gambar Pencipta sebab manusia
telah kehilangan kemuliaan akibat dosa. Siapa pun dia harus
mengalami hidup baru, tidak ada pembedaan, baik orang Yunani
maupun Yahudi, bersunat atau tidak, budak atau merdeka.
Semua satu dalam Kristus. Di ayat 12-17, ciri-ciri manusia baru
yaitu berbelas kasihan, kemurahan, kerendahan hati,
kelemahlembutan dan kesabaran. Contoh praktis ialah sikap
saling mengampuni dan kasih sebagai “pengikat yang
mempersatukan”. Kemudian ayat 15-17 menyatakan orang
yang telah hidup dalam Kristus; yaitu damai sejahtera Kristus
memerintah dalam hatinya. Ajaran-ajaran Kristus tinggal tetap
dengan melimpah ditandai dengan nyanyian mazmur dan puji-
pujian iman. Semua itu dilakukan “dalam nama Tuhan Yesus.”
Pria/Kaum Bapa yang dikasihi Tuhan!
Firman Tuhan mengingatkan kita bahwa hidup baru
dalam Kristus menuntut perubahan total bukan setengah-
setengah. Hidup dalam Kristus menuntut ketegasan terhadap
dosa. Tidak cukup hanya ‘mengurangi’ dosa, tetapi harus
‘mematikan’ segala dosa atau meniadakan hal-hal yang dapat
membuat kita jatuh ke dalam dosa. Sebab itu hidup baru
bukanlah pencapaian akhir melainkan pencapaian awal dalam
proses transformasi harian. Menjadi orang Kristen bukan sekadar
percaya, tetapi hidup dalam pembaruan setiap hari, karena kita
adalah orang-orang pilihan Allah yang telah dikuduskan dan
dikasihi-Nya.
Firman Tuhan mengajak kita untuk sungguh-sungguh
mengenakan manusia baru; Hati kita benar-benar dipenuhi kasih
Kristus; belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati,
kelemahlembutan dan kesabaran. Sedangkan sifat-sifat atau
cara-cara sebagai manusia lama seperti marah, geram, kejahatan,
fitnah, kata-kata kotor, dusta, dihilangkan dari gaya hidup kita
sebagai manusia baru. Bahkan kita menentang dan menjauhkan
diri dari perbuatan-perbuatan dosa seperti percabulan, kenajisan,
hawa nafsu, nafsu jahat dan keserakahan.
Tanda lainnya bahwa kita mengenakan manusia baru
dalam Kristus yaitu ketika kita mampu menjadi teladan dan
mampu membimbing orang lain untuk hidup sesuai kehendak
Aliah. Kalau kita benar-benar bertekad dan berjuang untuk
menerapkan gaya hidup baru dalam Kristus maka yakinlah
Tuhan akan mengaruniakan kita hikmat-Nya. Latih diri kita
setiap hari untuk membaca dan merenungkan firman Tuhan,
berdoa dan bernyanyi bagi Allah. AMIN.


